Langsung ke konten utama

Perintah Beriman Kepada Allah swt

PERINTAH BERIMAN KEPADA ALLAH SWT DAN MEMBENARKAN KITAB-KITAB SAMAWI
(Q.S. AL BAQARAH: 136)

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
(Q.S. AL BAQARAH: 136)

     Ayat yang agung ini menjelaskan beberapa prinsip dasar akidah seorang Mukmin ketika mendengar ahli kitab berbicara tentang kitab-kitab mereka. Untuk memahami maksud ayat ini secara lebih mendalam, maka berikut ini akan dipaparkan beberapa kajian tafsir tentang perintah untuk beriman kepada Allah dan membenarkan kitab-kitab samawi.

Kandungan Ayat
    Dibawah ini adalah beberapa uraian tafsir yang mengarah pada perintah Allah bagi kaum Mukminin untuk beriman kepada-Nya dan membenarkan kitab-kitab samawi yang telah Diturunkan Allah kepada Rasul-rasul-Nya yang mulia.
Allah swt. Berfirman:
  • Qulu amanna billahi ... (Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah ..."). Dalam potongan Firman-Nya, Allah memerintahkan kepada kaum Mukminin untuk berkata kepada ahli kitab (orang-orang Yahudi dan Nasrani) yang mengajak untuk berpindah agama pada agama mereka, dengan perkataan,"Kami Beriman kepada Allah ..." Perkataan ini kemudian dilanjutkan dengan prinsip-prinsip dasar keimanan seorang Mukmin terhadap Kitab-kitab Allah dan Rasul-rasul-Nya.
  • Wa Ma unzila ilaina (dan apa yang diturunkan kepada kami), artinya kami beriman kepada kitab yang telah diturunkan kepada kami (al Qur'an) dan di bawa oleh Nabi Muhammad saw..
  • Wa ma unzila ila ibrahima wa isma-'ila wa is-haqa wa ya'quba wal asbatha (dan apa yang diturunkan kepada ibrahim, isma'il, ishaq, ya'qub dan anak cucunya), yang maknanya kami beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada Nabi Ibrahim a.s. berupa suhuf-suhuf, serta yang telah diturunkan kepada Nabi Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak keturunannya 'alaihimush shalatu was salam.
  • Wa ma utiya musa wa 'isa wa ma utiyan nabiyyuna mir rabbihim (dan apa yang diberikan kepada Musa dan 'Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan-nya). Penggalan ayat ini bermakna kami beriman kepada kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., kitab injil kepada Nabi 'Isa a.s., dan kitab-kitab lainnya yang telah Diturunkan Allah swt. Kepada para Nabi sebelum mereka.  Artinya, kaum mukminin juga meyakini kebenaran Allah swt. kepada para Nabi-Nya. Kamu Mukminin juga meyakini  kebenaran dakwah para nabi yang saling memperkuat satu sama lain, terutama dalam menegakkan tauhid di muka bumi.
  • La Nufarriqu baina ahadim minhum (kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka) maksudnya, kami tidak beriman hanya kepada sebagian dari mereka dan menolak sebagian lainnya, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang hanya beriman kepada Nabi Musa a.s. tetapi kufur kepada Nabi 'Isa a.s. dan Nabi Muhammad saw.. Atau seperti kaum Nasrani yang hanya beriman kepada Nabi 'Isa tetapi kufur terhadap Nabi Muhammad saw.. Kaum Mukminin meyakini dengan sepenuh hati bahwa seluruh rasul adalah Utusan Allah di muka bumi yang mengemban Risalah Suci dari-Nya
  • Wa nahnu lahu muslimun (dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya), artinya seluruh ketundukan dan ketaatan hanya kami persembahkan dalam bentuk ibadah kepada Allah swt.. 
    Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa dalam ayat ini (Q.S. Al BAQARAH: 136), Allah swt. Menuntun Hamba-hamba-Nya untuk beriman kepada Kitab-kitab yang telah diturunkan Allah untuk para Nabi-Nya. Salah satu tujuannya adalah agar Mukminin tidak membeda-bedakan di antara para rasul  tersebut.
   Sikap ini berbeda dengan orang-orang kafir yang beriman pada sebagian, dan kufur terhadap lainnya. Allah Ta'ala Menggambarkan sikap mereka ini dalam Firman-Nya: 


 

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),
merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
 (Q.S. AL BAQARAH: 150-151)

    Demikian Penyataan Allah, karena itu dalam ayat 136 ini, Hamba Allah yang beriman dituntun Supaya beriman kepada semua rasul dan kitab-kitab yang dibawanya meskipun hanya secara mujmal (global) dan tidak terperinci.
    Imam al-Bukhari telah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. tentang orang-orang ahli kitab yang membaca kitab Taurat dengan bahasa Hebrew (Ibrani) dan menafsirkan dengan bahasa Arab untuk orang-orang muslim. Maka Rasul saw. Bersabda kepada kaum Muslimin: "Janganllah kamu membenarkan ahli kitab dan jangan pula kamu mendustakan mereka, tetapi katakanlah,"Kami Telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan mu adalah satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."

Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.
(Q.S. AL MU'MINUN: 109)
_____________________________________________________
SUMBER :DARI BUKU "AYAT-AYAT LARANGAN DAN PERINTAH DALAM AL-QURAN" 
PENGETIK : CHANDRA WIJAYA KUSUMAH

Komentar